Jumat, 28 Oktober 2011

angin pagi mengetuk jendelaku.membuatku terbangun lebih pagi dari biasanya."bangunlah, surat-surat berserakan, menghampar d kebun bungamu"

Semalam terlalu larut dan penat buatku untuk menyapamu tanaman tanamanku. Tapi seperti akar yg tak pernah menuntut budi pada daun dan batang, subuh tadi kudengar tasbih dan senandung syahdumu menyeruak untuku.

sore berkabut tipis. langit putih kelabu membentang menggantung rendah. aku termenung menatap pohon pohon pinus yg berdiri tegak menjulang kedinginan.

setengah berbisik ia berkata, "lihat, tuhan lebih mencintai semarak taman bunga buatan manusia ini, dibandingkan hutan belantaranya sendiri", hujan terus mengucur.

Hujan semalam telah menghidupkannya lg. Pagi ini kulihat di diladangnya, bulir bulir hujan menjelma ratusan kata.

Pohon saga tua,desau air danau, dan udara yg brgerak melintas danau, brjanjilah,mulai pagi yg sepoi ini aku bisa brnyanyi brsamamu.atau stidaknya "tinggalkan jejak-2 kakimu dlm kata-kataku-rt"

Menyusuri danau, memunguti biji saga. Angin kencang danau menggugurkan biji-2 saga. Siapa gerangan penanam pertama pohon ini?

"Kau bukan lg cahaya, yg dg sinarnya dpt menyilaukan. Kelicikan fikir dan ketakbeningan hatimu telah meniup sumbu cahayamu"

"aku merasakan bahagia yg membumbung tinggi.Mungkin ini yg disebut xtc.Aku begitu dekat dg langit,tapi masih menginjak bumi" (98-04)

mataku blm berbinar,pagiku blm lengkap,sebelum menatap lekat dan menyapa bunga-2 dan tanaman d kebunku

Hanya ucapan selamat datang, yg diberikan hamparan lumut pada dedaun tua yg berguguran. Tapi dengan sukarela,daun-2 tua itu menyerahkan dirinya menyatu membusuk untuk kesuburan lumut.

mother said ; "rindu yang kebathin selalu menyisakan air mata...."

Tak Bisa Aku Mengabaikanmu (Ternyata).Karena Kau Telah Mnjadi Kebutuhanku

Tenanglah,aku tak akan menghapus jejakmu seluruhnya.Lihat,lukisan-2mu masih terpajang di beberapa sudut dinding (hati).

Rinduku tak terbendung untuk menikmati suasana pagi ditengah-2 RimbaRaya ;menghirup dalam-dalam wangi dedaunan setelah brmandikan embun,aroma daun uzur yg menyatu dg tanah,meneguk secangkir sinar harapan yg mengucur dari kendi sanresss

Sejak dulu, kini, nanti, aku menyukai dan mensyukuri Rabu

Jangan salahkan Kamis jika Rabu begitu cepat berlalu.

Tadi strowbery ini terasa asamm, tapi stelah ssudahnya aku makan kedondong, kurasakan manisnya strowbery.

Saat jarakku denganmu sangat dekat, aku bisa menyaksikan betapa besar dan terang Jiwamu.

Seperti menulis dan membaca,berkebun dan brcengkerama dg tanaman jg bisa menenangkan pikiran,menyehatkan jiwa dan mengasah kepekaan.

bahkan mungkin, kupu-kupu, serombongan semut, burung-burung, rerumputan dan pepohonan yang berada di TKP tak kuasa menyaksikan kebiadaban manusia......

semua yang berjiwa pasti menemui mati..., namun tak seorangpun berhak menghabisi jiwa raga orang lain dengan dalih apapun. apalagi dengan kebiadaban.